Sabtu, 15 Maret 2014

Arema Cronous adaptasi Cuaca di Maladewa

AArema Cronus bertolak ke Maladewa, Minggu (16/3) pagi WIB, agar bisa beradaptasi dengan cuaca di Maladewa sebagai persiapan menghadapi Maziya Sports & Recreation di matchday ketiga Grup F Piala AFC 2014. Arema dijamu Maziya, Rabu (19/3), dengan target kemenangan untuk mencari poin pengganti yang hilang saat mereka keok di tangan Hanoi T&T. Demi meraih poin itu, Arema akan mencoba melakukan adaptasi lebih cepat dengan cara datang lebih awal ke Maladewa. Hal ini dilakukan agar para pemain bisa mengatasi masalah nonteknis di daerah Asia Selatan itu, terutama dari suhu udara yang sama sekali berbeda dengan Malang. Cuaca di Maladewa diperkirakan antara 31 dan 33 derajat celcius. “Kondisi di Maladewa kabarnya panas, kita akan mencoba melakukan adaptasi. Bisa jadi kondisinya hampir sama dengan saat kita bermain di Karawang, sehingga datang lebih cepat akan membantu proses aklimatisasi suhu,” kata pelatih Suharno kepada Goal Indonesia. “Kita sudah menyiapkan 20 pemain untuk berangkat melawan Maziya. Kita sekalian bawa pemain lumayan banyak. Jika ada yang sakit karena kondisi itu [suhu], bisa langsung ada penggantinya. Kami tidak ingin ada alasan panas, target tetap tiga poin.” “Konsentrasi saat ini memang mempersiapkan hal-hal nonteknis seperti penguatan mental pemain, memang saya pribadi masih menyimpan beban atas kekalahan kemarin. Namun kita juga harus sudah memikirkan laga selanjutnya," Sementara itu, dalam latihan terakhir yang dihelat di lapangan Phaskas TNI AU Abdurrahman Saleh, tim Arema melakukan latihan penyerang menyerang satu-dua, dan kemudian secara tiba-tiba mendapatkan serangan balik. Latihan ini adalah efek dari beberapa kesalahan elementer saat merespon serangan cepat dari lawan. “Pelatih sudah melakukan diskusi, dan kita akan coba perbaiki kesalahan. Salah satunya adalah transisi menyerang, dan bertahan para pemain,” ungkap Suharno.

Arema Sumbang 100 bola untuk anak anak sinabung

Manajemen Arema Cronus Indonesia menyumbang sekitar 100 bola dan berbagai atribut sepak bola untuk anak-anak korban letusan Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara. Pejabat Media Arema Sudarmanji di Malang, Minggu, mengatakan selain bola dan berbagai atribut sepak bola, manajemen yang bekerja sama, baik dengan Aremania maupun pengusaha konveksi, juga mengirim 300 kaos bertuliskan salam khas Aremania, yakni "Salam Satu Jiwa". "Seluruh kaos maupun atribut berupa sal, jersey Arema, jaket, kerpus, rompi, serta kelengkapan lain yang identik dengan Arema ini masih baru, tidak ada baju bekas," katanya. Ia mengakui pesan yang disampaikan dalam kaos untuk anak-anak korban Sinabung tersebut, yakni semangat persaudaraan. "Pesannya hanya satu, bahwa semua kita bersaudara, yang diharapkan mampu menjadi penyemangat sekaligus pengingat jika dalam sepak bola juga membawa misi persaudaraan," katanya. General Manager Arema Ruddy Widodo menyampaikan terima kasih kepada seluruh Aremania, para pemain, ofisial, karyawan Arema, maupun pengusaha konveksi di Malang yang bahu membahu mengumpulkan bantuan untuk anak-anak korban Sinabung. Ia mengharapkan dengan bantuan berupa perlengkapan sepak bola tersebut, bisa menanamkan kebanggaan terhadap anak-anak sebagai pecinta sepak bola. "Kami berharap bantuan ini bisa mengembalikan psikis anak-anak yang menjadi korban Sinabung agar lebih bersemangat," ujarnya. Bantuan tersebut dikirim melalui PT Pos Indonesia dengan perkiraan tiba di Sinabung sekitar tujuh hari mendatang. Belum lama ini, Aremania bersama Jackmania juga menggalang dana di jalan-jalan protokol dan ketika Arema bertanding di kandang. Dana yang terkumpul sebesar Rp4 juta lebih, langsung dikirim ke Sinabung untuk membantu para korban letusan gunung tersebut. Selain menggalang dana untuk korban Sinabung, Aremania juga menggalang dana untuk korban erupsi Gunung Kelud yang meliputi Kabupaten Malang, Blitar, dan Kediri

Senin, 03 Maret 2014

Kurnia Meiga Diminati 2 Klub Malaysia

Penampilan moncer Kurnia Meiga bersama Arema Cronus mulai membuat beberapa tim tertarik untuk merekrutnya. Dua klub Malaysia dikabarkan siap menebus nilai kontrak kiper muda ini. Dua tim ini adalah Selangor FA dan Terengganu FA. Hal ini dibenerkan oleh General Manager Arema, Ruddy Widodo. "Iya ada tawaran masuk dari Selangor dan Terengganu untuk Meiga," jelasnya. Dua tawaran yang masuk itu tidak tanggung-tanggung sebab terhitung sangat menggiurkan. "Kedua klub itu rela menyodorkan tiga kali lipat dari kontrak di Arema," imbuh Ruddy. Kengototan tim asal Malaysia ini untuk menggunakan jasa Kurnia Meiga selain soal kualitas dan pengalaman kiper Timnas ini, juga karena dianggap layak berkompetisi di liga Malaysia. Belum lagi dari sisi bisnis karena merekrut pemain asal Indonesia yang juga berlabel Timnas akan mampu mendongkrak jumlah penonton yang hadir. "Mereka ingin menambah pemain Indonesia untuk menarik suporter," imbuh Ruddy. Lantas bagaimana dengan Kurnia Meiga sendiri? Ruddy menceritakan ada indikasi Meiga ingin berkompetisi di Malaysia. "Meiga dapat informasi kompetisi malaysia dari Hamka Hamzah. Kalau dari manajemen, semua tergantung pemain," tandasnya. Meski demikian, baik Selangor FA ataupun Terengganu FA harus menunggu sampai bulan April mendatang jika masih berminat menggunakan jasa Kurnia Meiga. Sebab pada bulan ini, bursa transfer di Malaysia baru dibuka. Belum lagi mereka harus mencoret satu pemain asingnya karena sekarang sudah memiliki empat pemain asing,

Pemain Muda Arema Diminati Klub Luar Negeri

Hendro Siswanto, gelandang Arema Cronus sudah menolak tawaran Consadole Sapporo, tim yang bermain di J-League atau liga Jepang divisi dua. Tapi bukan berarti keinginan klub ini pemain di Indonesia, menjadi pupus. Mereka tetap datang 11 Maret mendatang. Berburu pemain muda lainnya. General Manager Arema, Ruddy Widodo, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, bisa saja klub Consadole Sapporo itu akan memilih pemain selain Hendro. Beberapa nama seperti Sunarto, Dendi Santoso, Irsyad Maulana hingga Johan Ahmad Farizi pun muncul. "Ya manajemen ini seperti orang tua. Kita inginnya membina dan mengantarkan pemain untuk berprestasi lebih tinggi serta berkembang lebih baik. Kalau berangkat ke Jepang, bisa bikin mereka lebih baik dan makin jago main bola, kenapa tidak," tegas Ruddy seperti dikutip dari Malang Post. Manajemen juga tak akan menghalang-halangi pemain, yang ingin menimba ilmu di luar negeri. Apalagi sudah ada striker muda Arema, Yandi Sofyan Munawar yang saat ini bermain untuk Brisbane Roar, klub Australian League. Pria yang juga Pengusaha travel ini menginginkan ada anak-anak muda Arema yang berani mengadu nasib di luar negeri agar kapasitas serta kemampuan sepakbolanya berkembang pesat. "Kita tidak akan memaksa pemain muda harus keluar negeri, untuk cari ilmu. Manajemen hanya memberi pandangan dan gambaran. Kalau keputusan, semuanya murni dari yang bersangkutan," tegas Ruddy.Rizal

Sabtu, 01 Maret 2014

Persija resmi ikat kontrak Zelimir Terkes

Pemain asing baru Persija Jakarta, Zelimir Terkes, sudah terlihat bergabung pada latihan bersama di Lapangan POR Sawangan Depok, Sabtu (01/3). Terkes merupakan pemain asing keempat yang telah dikontrak oleh tim yang diasuh oleh Benny Dolo itu. Sebelumnya sudah ada Fabiano Beltrame dari Brasil, Rohit Chand dari Nepal dan Ivan Bosnjak dari Kroasia. Meski telah bergabung dengan Ismed Sofyan dan kawan-kawan, pemain berkebangsaan Bosnia ini tidak langsung berlatih penuh seperti pemain yang lain. Pria berusia 33 tahun itu hanya berlatih ringan bersama Ivan Bosnjak yang kebetulan sedang menjalani penyembuhan cedera. Dalam latihan perdana itu Zelimir Tarkes juga dipantau langsung oleh pelatih fisik Persija. Selain kedua pemain asing itu, pemain lain Persija yang hanya melakukan latihan ringan adalah Egi Melgiansyah dan April Hadi. Saat latihan berlangsung sebenarnya Zelimir Terkes sudah diminta oleh pelatih Benny Dolo untuk berlatih bersama. Namun, mantan pemain Perak FA Malaysia itu terlihat belum siap sehingga kemampuannya belum terlihat secara langsung. Kedatangan mantan pemain NK Zegrab ke Persija itu memang cukup mengejutkan karena sebelum dikontrak ada satu pemain asing yang mencoba peruntungan yaitu mantan pemain Liga Inggris, Nathan Ellington. Hanya saja mantan pemain West Bromwich Albion itu harus angkat kaki karena belum sesuai dengan kebutuhan tim. "Kami sudah tanda tangan kontrak dengan Zelimir Terkes. Dia dikontrak dengan durasi satu musim," kata Manajer Persija Asher Siregar seperti dilansir Antara. Sebelum menandatangani kontrak, Zelimir Terkes harus menjalani tes kesehatan dan hasilnya dinyatakan cukup bagus. Setelah dikontak pemain ini langsung didaftarkan ke PT Liga Indonesia selaku operator ISL agar secepatnya bisa turun di pertandingan berikutnya.

Gonzales(El Loco) Libur Kompetisi berdampak psikologis

Banyaknya libur kompetisi yang terjadi di Indonesia Super League [ISL] bisa memberikan dampak psikologis dan mental para pemain. Setidaknya itulah menurut Cristian Gonzales. Dikutip dari Goal Indonesia, pemain naturalisasi yang saat ini sedang berkonsentrasi untuk persiapan melawan Arab Saudi ini menjelaskan jika musim ini banyak agenda tahunan yang membuat sejumlah laga mengalami revisi. "Ya, kompetisi tahun ini kompetisi bisa saja banyak istirahatnya. Ada Piala Dunia, dan bulan puasa. Ditambah lagi ada pemilu. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah aturan di Indonesia, kita hanya mengikuti," ujar El Loco di tempat penginapan timnas senior di Binong, Tangerang, kemarin sore. Menurutnya kondisi ini akan memberikan dampak psikologis kepada pemain. Hanya berlatih saja [saat jeda kompetisi] bisa membuat pemain jenuh. Begitu juga dengan tim-tim yang permainannya mulai naik, tiba-tiba terpotong jeda kompetisi. Itu bisa membuat tim menjadi drop. Dalam kesempatan yang sama, El Loco juga menyimpan keyakinan Arema bakal meraih sukses di kompetisi domestik, dan internasional. "Saya yakin Arema akan mendapatkan sukses di ISL dan Piala AFC. Kami mendapatkan hasil bagus di awal musim, dan ini akan berusaha dipertahankan Arema," kata El Loco.

Hendro diincar klub jepang

Arema yang dikabarkan bekerjasama dengan Jepang ternyata harus memakan sebuah konsekuensi. Salah satu konsekuensi itu adalah diincarnya beberapa pemain pilarnya, salah satunya adalah Hendro Siswanto. Sosok gelandang jangkar Areman ini diincar tim J-League 2. Seperti yang dikutip dari Malang Post, adalah Consadole Sapporo yang menginginkan jasa Hendro Siswanto untuk musim depan. Meski saat ini Hendro bukan pilihan utama di skuat Suharno, Consadole nampaknya tahu betul potensi pemain berusia 24 tahun itu. "Hendro sudah diincar mereka sejak kita tour di Karawang lalu, mereka datang lewat agen Sapporo yaitu Edisyah," kata Ruddy Widodo. Ruddy juga menjelaskan jika sebenarnya tawaran ini sudah ditolak oleh Hendro. Sang pemain mengaku belum siap secara mental untuk bermain di Jepang. "Karena alasan non teknis. Hendro belum berminat main di Jepang. Ya kami sebagai manajemen, hanya sebagai mediator. Seperti orang tua, yang cuma bisa memberi gambaran. Keputusan tetap ada di tangan pemain. Ia sudah menjawab tidak berminat membela Consadole Sapporo. Bukan karena faktor teknis, murni non teknis," tegasnya.Rizal